Ikan dapat menjadi bahan utama maupun pelengkap dalam berbagai menu katering. Kebutuhan pengadaannya bisa berubah mengikuti jumlah pesanan, jenis acara, pilihan menu, dan jadwal produksi. Karena itu, usaha katering perlu memiliki proses pengadaan yang terencana agar tim dapur dapat bekerja berdasarkan informasi kebutuhan yang jelas.
1. Mulai dari menu dan jumlah porsi
Sebelum menghubungi supplier, susun menu yang akan diproduksi dan hitung kebutuhan bahan berdasarkan jumlah porsi. Perhitungan dapat mempertimbangkan jenis olahan, ukuran sajian, serta kebutuhan persiapan di dapur. Pisahkan kebutuhan untuk pesanan rutin dan acara khusus agar perubahan volume lebih mudah dipantau.
- Jenis ikan yang digunakan untuk setiap menu.
- Jumlah porsi dan perkiraan kebutuhan bahan baku.
- Jadwal persiapan dan waktu produksi.
- Cadangan kebutuhan yang ditetapkan berdasarkan kebijakan operasional katering.
2. Tentukan bentuk dan spesifikasi ikan
Setiap menu dapat membutuhkan bentuk bahan baku yang berbeda. Ada menu yang memerlukan ikan utuh, fillet, potongan, atau produk dengan pengolahan tertentu. Sampaikan jenis produk, ukuran, bentuk, kondisi, dan persyaratan penanganan secara spesifik agar supplier memahami permintaan katering.
3. Sesuaikan jadwal pemesanan dengan jadwal produksi
Jadwal pemesanan sebaiknya disusun berdasarkan waktu penerimaan bahan, proses persiapan, dan jadwal penyajian. Untuk pesanan acara, komunikasikan tanggal kebutuhan dan perkiraan volumenya sejak awal. Jika terdapat perubahan jumlah porsi atau menu, sampaikan pembaruan kepada supplier secepat mungkin.
4. Perjelas alur konfirmasi pesanan
Pastikan informasi yang dikonfirmasi mencakup nama produk, spesifikasi, jumlah, waktu kebutuhan, dan detail penerimaan. Katering juga perlu mengetahui cara menyampaikan perubahan atau melaporkan produk yang tidak sesuai dengan pesanan. Alur komunikasi yang disepakati membantu mengurangi risiko salah informasi.
5. Evaluasi kesesuaian bahan baku dan proses kerja
Setelah pesanan diterima, catat kesesuaian produk dengan spesifikasi yang diminta, kelengkapan pesanan, ketepatan waktu, dan respons komunikasi. Evaluasi berkala membantu katering mengenali hal yang perlu diperbaiki dalam proses pengadaan maupun koordinasi dengan supplier.
6. Pilih supplier yang memahami kebutuhan usaha katering
Usaha katering memiliki pola kebutuhan yang dipengaruhi menu dan jumlah pesanan. Saat berdiskusi dengan calon supplier, jelaskan jenis usaha, kategori ikan yang dibutuhkan, perkiraan volume, serta pola pemesanan. Dari pembicaraan tersebut, kedua pihak dapat menilai apakah kebutuhan dan proses kerja dapat diselaraskan.
Supplierikan by OCEARA menyediakan kanal konsultasi untuk kebutuhan ikan dan seafood bagi bisnis kuliner di Jabodetabek. Jenis produk dan kebutuhan pengadaan dapat didiskusikan sesuai permintaan masing-masing usaha.
Kesimpulan
Memilih supplier ikan untuk katering perlu dimulai dari perencanaan menu, perhitungan porsi, penentuan spesifikasi, dan penyusunan jadwal pemesanan. Komunikasi yang jelas serta evaluasi setelah penerimaan bahan baku membantu usaha katering mengelola pengadaan sesuai kebutuhan operasionalnya.
Diskusikan kebutuhan ikan untuk usaha katering
Sampaikan kategori produk dan kebutuhan pengadaan usaha kamu kepada Supplierikan by OCEARA.
Hubungi OCEARA via WhatsAppBaca juga: solusi pengadaan ikan dan seafood untuk bisnis kuliner, strategi memilih supplier ikan dan seafood untuk restoran, dan panduan supplier seafood untuk hotel.